banner pa tenggarong

on . Hits: 10

pic patgr 26042019 1

SYAITHAN TERBELENGGU

(Iblis berkata, Tuhanku, oleh karena engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka. Al-Hijr 39 – 40)

Ayat di atas menjelaskan pernyataan iblis saat diusir dari dalam surga. Iapun bersumpah untuk menggagalkan seluruh amal ibadah yang dikerjakan oleh setiap manusia yang beriman. Iblis merasa dengki melihat anak manusia mendapat nikmat terlebih lagi nikmat iman dan selalu mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Hatinya selalu sakit dan jiwanya menderita jika manusia selalu dalam beribadah. Karena itu ia berusaha mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghilangkan nikmat tersebut dan menjerumuskannya ke dalam dosa dan kejahatan.

Rasa sakit hati dan dengki yang tertanam pada iblis itu direalisasikannya dengan berusaha menggoda manusia agar menjauhi segala perintah Allah dan menggodanya agar manusia mendekati perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Dan hal ini merupakan realisasi pernyataan iblis yang tidak berhenti menggoda manusia. Namun disisi lain Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang memberikan kesempatan kepada manusia yang sudah terlanjur berbuat dosa karena mendapat bujuk rayu syaitan untuk sadar dan bertobat memohon ampun atas kesalahannya. Dan Allahpun akan mengampuni dosa yang dilakukan oleh manusia setelah melalui proses tobat. Hal ini dijelaskan oleh Allah Swt dalam surat Ali Imran ayat 135 : Dan orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji (fahisyah), atau menzalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

Menurut sebuah riwayat bahwa saat ayat 135 surat Ali Imran diturunkan, iblis gelisah dan resah. Salah seorang diantara mereka berteriak celaka, celaka, celaka kita semua. Dihadapan pemimpinnya dan iblis-iblis yang lainnya, ia menjelaskan tentang turunnya ayat di atas. Dengan ayat itu berarti usaha syaithan selama ini menggoda dan menjerumuskan manusia akan sia-sia. Dengan ayat tersebut manusia akan diampuni dosanya setelah ia bertobat dari kekasalahan dan kekeliruannya. Akhirnya para iblis itu berkumpul dan membahas tentang ayat di atas. Dalam rapat para iblis tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa iblis akan tetap menggoda manusia dan menjerumuskannya untuk tidak mau bertobat, hanya itulah cara agar manusia tetap berdosa dan tidak mendapat ampunan Allah. Jika manusia yang berdosa dan memohon ampun dan Allah mengampuninya, maka neraka hanya dihuni oleh syaitan-syaitan dan kawan-kawannya, sedangkan manusia dapat terselamatkan dengan pengampuan Allah tersebut dan menghuni surga. Dalam sebuat hadits disebutkan surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disenangi (al-makarih), sedangkan neraka dikelilingi dengan hal-hal yang disenangi manusia (bisysyahawat). Sehingga manusia yang tergoda dengan hal-hal yang menyenangkan dapat terjerumus bujuk rayu syaitan. Sedangkan yang tetap taat dan jika terjerumus kemudian bertobat maka ia berhak menghuni surga. Kesepakatan untuk tetap menggoda manusia dan melupakan bertobat itulah yang sampai sekarang dilakukan oleh iblis. Digodanya manusia untuk selalu berbuat dosa dan membuat lupa untuk bertobat.

Tobat adalah sebuah perintah agar manusia yang berdosa mendapat ampunan Allah. Rasulullah Saw mengajarkan kepada ummatnya untuk selalu memohon ampun dan bertobat setiap hari sebanyak tujuh puluh kali dan dalam riwayat lain seratus kali. Rasul yang ummi dan tidak berdosa serta sudah mendapat jaminan ampunan Allah, mengucapkan istighfar dan bertobat sebanyak itu, bagaimana dengan kita manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Karena itu usaha syaitan menggoda manusia hanya dapat dilawan dengan selalu ingat dan tobat kepada Allah. Bermacam-macam usaha syaitan menggoda manusia, menunda ibadah, dan bila ibadah tetap dikerjakan digodanya untuk tidak konsentrasi, tidak ikhlas dan merasa terpaksa.

Apakah di bulan ramadhan seperti sekarang ini, syaitan juga tetap aktif menggoda manusia. Ataukan syaitan telah dibelenggu sehingga ia tidak dapat menggoda manusia. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari; Apabila ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan dibelenggu.

Kalau yang dimaksud syaitan dibelenggu pada bulan ramadhan, berarti ia tidak mempunyai kesempatan menggoda manusia, maka manusia tidak akan berbuat dosa dan melanggar aturan hukum. Selanjutnya manusia lebih rajin beribadah, lebih dekat dengan Allah dan lebih harmonis hubungannya dengan manusia lainnya. Tidak ada lagi perkelahian, pertengkaran suami istri juga tidak akan terjadi, perselisihan pendapat diantara teman juga akan terhindar. Pokoknya manusia dengan potensi akalnya pasti akan melakukan perbuatan yang diridhoi Allah dan menjauhi dari segala perbuatan yang dimurkaiNya.

Namun dalam kenyataan sehari-hari di bulan ramadhan, masih ada perkelahian, pelanggaran hukum, masih terjadi ibadah yang ditinggalkan. Bahkan di bulan ramadhan, masih ada yang meninggalkan puasa tanpa alasan yang syar’i. Membuka warung makan di siang hari, atau berpuasa tetapi tidak dapat menjaga mulut dari dusta, ghibah, namimah dan lain lainnya. Tangan dan kaki serta anggota lain belum dijaga dengan baik sehingga tanpa disadari menyakiti orang lain. Semua tindakan itu dapat membatalkan pahala puasanya, lalu apakah semua itu terjadi karena godaan syaitan padahal syaitan telah terbelenggu.

Menurut Al-Hulaimi belenggu kepada syaitan itu hanya terjadi pada malam-malam ramadhan, bukan pada siang harinya, karena pada masa turunnya Al-Qur’an syaitan-syaitan telah dihalangi untuk mencuri berita. Kemudian mereka tabah dibelenggu untuk menjamin keamanan. Ada pula kemungkinan yang dimaksud dengan syaitan dibelenggu itu adalah karena bulan ramadhan syaitan tidak mengganggu kaum muslimin, karena kaum muslimin sibuk melaksanakan ibadah puasa, dimana dalam berpuasa mereka berusaha mengekang nafsu syahwat dan sibuk berzikir serta membaca Al Qur’an.

Menurut Al-qadhi Iyadh, terbelenggunya syaitan adalah karena penghormatan terhadap bulan ramadhan, hal ini memberikan isyarat bahwa di bulan ramadhan Allah memberikan pahala yang banyak dan pengampunan kepada orang-orang yang beriman sehingga berkurangnya gangguan syaitan, karena seolah-olah syaitan seperti orang yang terbelenggu, tidak mampu membuat tipu daya dan menghiasi syahwat.

Menurut Al-Qurtubi, sesungguhnya gangguan syaitan hanya berkurang bagi orang yang berpuasa dan dapat memelihara syarat dan rukun puasa serta memelihara adabnya. Atau yang dibelenggu itu hanya sebagian syaitan, yaitu para pembangkangnya saja. Atau yang dimaksud dengan berkurangnya kejahatan di bulan ramadhan merupakan perkara yang dapat dirasakan, karena kejahatan di bulan ramadhan lebih sedikit dibanding pada bulan-bulan lainnya. Jika syaitan telah dibelenggu sesuai hadits, tidak berarti semua kejahatan dan kemaksiatan tidak terjadi. Karena terjadinya kemaksiatan disebabkan oleh faktor lain seperti jiwa yang buruk, kebiasaan tidak baik serta syaitan dari jenis manusia.

Dibelenggunya syaitan pada bulan ramadhan perlu kita pahami bahwa tidak ada alasan bagi setiap mukallaf untuk tidak berpuasa. Seakan-akan dikatakan kepada kita, bahwa syaitan telah dijauhkan darimu, maka janganlah berdalih untuk meninggalkan ketaatan dan tidak pula mengerjakan kemaksiatan. (8 Ramadhan 1440 H).

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Tenggarong

JL. PESUT, KEL.TIMBAU, KEC.TENGGARONG, KAB.KUTAI KARTANEGARA
KALIMANTAN TIMUR

 

Telp: 0541-6667063

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

maps1 Lokasi Kantor

Copyright Tim IT PA. Tenggarong@2018