banner pa tenggarong

on . Hits: 36

JANGAN ANGGAP ENTENG

(Kultum 9 Ramadhan 1440 H)

pic patgr 14052019 1

Tenggarong 14-5-2019 | www.pa-tenggarong.go.id

            Hari ke 9 di bulan suci Ramadhan Pengadilan Agama Tenggarong melaksanakan Kultum setelah sholat dzuhur. Kultum disampaikan oleh Bapak Bapak Drs.H. Taufikurrahman, M.Ag.

            Beliau menceritakan sebuah cerita. Ada seorang guru yang mengajar pelajaran mengarang. Ada sebuah judul yang ia sampaikan "Penyu dan kucing berlomba lari". Kita sudah dapat memperkirakan siapa yang menang, karena kucing larinya lebih cepat dibandingkan penyu.

            Dalam perlombaan itu terdapat aturan, aturannya adalah lomba lari mendaki gunung dan sampai ke seberangnya. Ketika lomba dimulai kucing lari dengan cepat dan sampai ke puncak gunung dengan sekejap mata. Sementara penyu masih jauh tertinggal. Karena kucing melihat penyu masih jauh di bawah, kucing pun merasa yakin bahwa dia akan menang. Kucing pun beristirahat di puncak gunung karena si penyu masih jauh di bawah. Sampai-sampai kucing tertidur. Penyu tadi naik gunung dengan pelan, dan sampai ke atas.

            Penyu melihat kucing sedang tidur. Ketika menuruni gunung penyu pun berjalan dengan pelan, namun karena penyu tidak bisa menahan lajunya ia pun terbalik. Terbalik maksudnya si penyu langsung terguling ke bawah gunung. Artinya penyu kalau berjalan tidak bisa cepat, tapi kalau menuruni gunung ia cepat bisa sampai ke bawah dengan berguling. Pada saat penyu hampir sampai di bawah gunung, barulah kucing terbangun. Kucing langsung lari secepat kilat untuk menyusul penyu. Bagaimana pun larinya kucing, tetap saja penyu yang berhasil sampai duluan.

pic patgr 14052019 2

            Dalam dunia nyata tidaklah mungkin penyu bisa mengalahkan kucing dalam berlari. Namun ini hanya sebuah cerita karangan. Ini adalah pelajaran mengarang, tapi waktu dulu tidak tahu apa isi maknya dari cerita penyu dan kucing ini. Dulu yang diajarkan adalah merangkai kalimat agar menjadi sebuah cerita. Ada hal yang bisa kita pelajari dari cerita tadi. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak boleh menganggap orang lain enteng. Dalam cerita tadi karena kucing melihat penyu masih jauh di bawah, dia pun memilih tidur saja.

            Jangan menganggap orang lain enteng, kalau kita menerapkan hal ini dalam kehidupan kita misalnya di dalam rumah tangga. Ada seorang dokter dan juga sebagai seorang konsultan pernah mengungkapkan, ada seorang suami istri yang datang. Penampilan suami tampan, keren, tampak seperti orang kaya. Istrinya pun cantik. Tampak seperti keluarga yang bahagia. Ketika berkonsultasi dan diungkit persoalannya, apa yang terjadi di dalam rumah tangga.

pic patgr 14052019 3

            Tidak ada hujan, tidak ada guntur kenapa ingin bercerai. Istri ingin menggugat suaminya ke pengadilan. Dokter menanyakan kepada sang suami apa ada persoalan di dalam rumah tangga. Sang suami mengatakan mereka tidak pernah bertengkar mulut, hanya saja kami saling diam-diaman. Menahan amarah yang ada di hati. Katanya sang suami sering membawa perempuan ke rumah. Sang istri tidak berani mempersoalkan, kalau dipersoalkan sang suami akan menanyakan ke istri. Berapa uang yang kamu mau, saya akan berikan. Saya hanya main-main saja. Kata sang suami kepada istri. Rupanya selama 15 tahun, istrinya hanya dimainkan. Dia meremehkan sang istri.

            Dokter memberikan terapi, dan terapinya adalah saling menghormati dan solat. Dokter menanyakan apakah solat lima waktu dikerjakan. Mereka menjawab bahwa solatnya jarang, hanya angin-anginan. Alhamdulillah, suami istri itu tidak melalaikan solat dan hasilnya keluarga mereka kembali harmonis.

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Tenggarong

JL. PESUT, KEL.TIMBAU, KEC.TENGGARONG, KAB.KUTAI KARTANEGARA
KALIMANTAN TIMUR

 

Telp: 0541-6667063

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

maps1 Lokasi Kantor

Copyright Tim IT PA. Tenggarong@2018