![]()
MENDULANG PAHALA DI BULAN RAMADHAN
(Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka itu tidak dizalimi sedikitpun An Nisa 124)
Bulan ramadhan disebut juga bulan suci, karena dibulan inilah setiap orang meningkatkan ibadahnya guna mensucikan diri kepada Allah. Disebut juga bulan mulia, karena di bulan itu banyak keistemewaan dan kemuliaan yang tidak ada di bulan lainnya. Rasulullah pun pernah mengatakan jika seseorang mengetahui bagaimana besarnya pahala puasa, ia akan menginginkan setiap bulan adalah ramadhan.
Mengemukakan keistemewaan bulan ramadhan bertujuan agar menjadi motivasi untuk mengisinya dengan ibadah dan perbuatan baik lainnya. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw dalam khotbah beliau menjelang tibanya bulan ramadhan. Diantara bagian khotbah beliau adalah sabdanya; Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah (beribadah) yakni dengan ibadah sunnat di bulan ramadhan, sama seperti ia mengerjakan ibadah wajib di luar bulan ramadhan. Dan barangsiapa yang menunaikan ibadah wajib di bulan ramadhan, maka ia seperti melaksanakan tujuh puluh ibadah wajib di bulan lain.
Begitulah sebuah cara yang dilakukan Rasulullah saw dalam memberikan motivasi kepada ummatnya untuk memanfaatkan bulan ramadhan yang mulia itu.Tinggal kita memilih apakah memanfaatkan bulan ramadhan yang penuh berkah ataukan hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk persiapan kehidupan di akhirat nanti. Kesempatan sangat terbuka bagi orang yang beriman untuk menuju kehidupan yang kekal dan abadi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan; apabila datang bulan ramadhan maka pintu-pintu rahmat (surga) dibukakan, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup dan syaithan-syaithanpun dibelenggu. Ini dapat dipahami bahwa Allah telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada orang-orang yang beriman untuk mencapai kebahagiaan di akhirat dengan mengisi bulan ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan itu. Karena itu tidak heran jika ramadhan tiba, ada pemandangan yang berbeda dengan bulan lannya. Mesjid dan Mushalla penuh dengan orang-orang yang melakukan ibadah. Orang tua, anak-anak, laki-laki dan wanita semua ikut ambil bagian menyemarakkan bulan ramadhan. Begitu pula tadarus Al Qur’an terlihat dimana-mana, dan yang menggembirakan adalah para remaja sering ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Sebuah pemandangan yang menggambarkan betapa mulianya bulan ramadhan ini.
Kegiatan lain yang selalu menghiasi pemandangan kita di bulan ramadhan adalah kegiatan buka bersama, baik dilakukan di mesjid, mushalla, di kantor ataupun di rumah, merupakan sebuah kebersamaan yang melahirkan ukhuwah dan kesetiakawanan sosial. Menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang lain merupakan anjuran agama yang bertujuan untuk mengikis sifat kikir dan bakhil serta menumbuhkan sifat dermawan. Pahala yang diperoleh bagi yang membukakan orang yang berpuasapun seperti pahala orang yang dibukakannya. Rasulullah saw bersabda; barangsiapa yang membukakan orang yang berpuasa di bulan ramadhan, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala puasa orang yang dibukakan tersebut tidak kurang sedikitpun. Shahabat Rasulullah saw pernah menanyakan kepada beliau tentang keutamaan membukakan orang berpuasa itu. Ya rasul, kami ingin mendapatkan pahala membukakan puasa, tetapi tidak semua kami mempunyai sesuatu yang diberikan untuk membukakan puasa. Rasul saw bersabda, Allah Swt memberikan pahala membukakan puasa, sekalipun satu biji kurma dan seteguk air susu atau seteguk air tawar. Sungguh luar biasa ajaran Islam sebagai ajaran yang rahmatan lil’alamin dalam memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk meraih pahala di bulan ramadhan ini. Karena itu bulan ramadhan boleh dikatakan bulan kasih sayang, bulan menyantuni fakir miskin serta anak yatim dan bulan menambah berkah rezeki bagi orang-orang yang beriman.
Masih ada keutamaan lain di bulan ramadhan, yaitu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah yang kita kenal dengan Lailatul Qadar. Dalam Alquran surat Al-qadar Allah menjelaskan, Lailatul Qadr atau malam Qadr lebih baik dari seribu bulan.Lailatul Qadar merupakan sebuah motivasi agar orang yang beriman selalu mengisi malam ramadhan dengan amal ibadah tidak hanya pada malam-malam tertentu, tetapi sejak awal ramadhan kita disuruh untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan mengisinya dengan ibadah-ibadah sunnat lainnya.
Itulah sebagian keutamaan bulan ramadhan, tentu masih banyak keutamaan lain, yang dapat kita kaji dari literatur Islami, semoga dapat memberikan dorongan dan motivasi dan membuka kesempatan mendulang pahala, meningkatkan iman, taqwa dan akhlak. Dan semoga kita selalu disehatkan dan selalu dalam ridhaNya. Amin.(2 Ramadhan 1440 H).