Header                             

on . Hits: 468

mengenal 10

 

HAKIM AGUNG IMAM ABU YUSUF

Penulis: Prof. Dr. Fu’ad Abdul Mun’im1

Penerjemah: Nor Hasanuddin, Lc., M.A.2

Dalam Islam, keadilan wajib ditegakkan di mana setiap orang bisa memperoleh haknya sesuai dengan hukum Allah. Setiap kali ada perkara maka penyelesaiannya harus merujuk kepada Al-Qur’an maupun Sunnah. Jika tidak ditemukan dalam kedua sumber hukum tersebut, maka menjadi tugas seorang hakim untuk berijtihad menemukan hukum setiap perkara yang diperiksanya. Salah seorang hakim yang dikenal dengan ijtihadnya yang cemerlang adalah Hakim Agung Imam Abu Yusuf.

A. Riwayat Singkat Imam Abu Yusuf

Ia keturunan Arab dari kabilah Aus di Madinah. Kakeknya bernama Sa’ad bin Habbah, yang pernah ikut dalam pasukan perang di al-Khandaq ketika masih muda. Keberanian dan kehebatannya di medan perang menarik perhatian Rasulullah SAW. Baginda memanggilnya lalu mengusap kepalanya. Dalam kaitan ini, Abu Yusuf berkata, “Kami selalu mengingat kisah usapan baginda di kepala kakek kami hingga ke hari kiamat.”

Ayah Abu Yusuf bernama Ibrahim bin Habib. Pekerjaannya sebagai penjahit di Kufah berpenghasilan sangat rendah. Abu Yusuf yang memiliki nama lahir Ya’qub lahir pada tahun 113 H.

Sejak kecil, Abu Yusuf dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia hafal banyak hadis yang dipelajarinya dari Abu Ishaq al-Syaibani, Sulaiman al-Tamimi, al-A’masy, Hisyam bin ‘Urwah dan ‘Atha’ bin al-Sa’ib. Memasuki usia 17 tahun, ia mulai mengajar hadis. Sehubungan ini, al-Thabari berkata, “Abu Yusuf rajin menghadiri pengajian ulama hadis. Dalam sehari, ia menghafal 50 sampai 60 hadis. Setelah itu, ia mengajarkan kembali seluruh hadis yang dipelajarinya itu kepada orang lain.”

Ia belajar ilmu fiqh kepada Muhammad bin ‘Abdul Rahman bin Abu Laila selama 9 tahun. Setelahnya gurunya itu dilantik menjadi hakim, Abu Yusuf menimba ilmu kepada Abu Hanifah.

Kondisi ini digambarkan oleh Abu Yusuf dengan menceritakan, “Saat belajar ilmu fiqh dan hadis, kehidupanku sangat miskin. Suatu hari ayahku mendatangiku saat aku belajar di majelis pengajian Abu Hanifah. ‘Wahai anakku, jangan terlalu lama kamu duduk di majelis pengajian Abu Hanifah ini. Abu Hanifah itu orang kaya sedangkan kamu orang miskin,’ ujar ayahku. Mendengar itu, aku terpaksa mengikuti kehendak ayahku. Aku tidak bisa lagi hadir di majelis pengajian Abu Hanifah karena harus membantu ayahku mencari nafkah. Lalu Abu Hanifah mencariku dan menyuruhku untuk tetap menghadiri majelis pengajiannya sehingga aku pun terpaksa memenuhi perintahnya. Kemudian ayahku mendatangi majelis pengajian Abu Hanifah sambil marah-marah dan berkata, ‘Anakku ini durhaka kepadaku. Kenapa kamu membantunya untuk terus durhaka kepadaku?’ Abu Hanifah berkata, ‘Apa yang kamu inginkan dari anak ini?’ Ayahku menjawab, ‘Dia harus bekerja di pasar untuk membantu kebutuhan keluarga’.”

Halaman 1 dari 6

Unduh

Hubungi Kami

Gedung PA Tenggarong

PENGADILAN AGAMA TENGGARONG

Jl.Pesut, Kel.Timbau, Kec.Tenggarong, KAB.Kutai Kartangera
Kalimantan Timur

 

Telp: 0541-6667063

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

fb instagram 1581266 960 720 instagram 1581266 960 720 instagram 1581266 960 720

maps1 Lokasi Kantor

Copyright : Tim IT Pengadilan Agama Tenggarong@2021